malam itu tanggal 24 november 2012 seperti biasanya saya bangun jam 11 malam untuk bersiap bekerja pada pukul 12nya(waktu itu saya shif malam). sungguh sulit dan malas memang, harus bangun di saat kebanyakan orang sedang tidur pulas tetapi saya harus bangun untuk bekerja. sungguh malas karena saya tidur di kasur yang sangat tipis dan harus terbiasa dengan keadaan kamar yang sangat berisik dikarenakan jumlah kami 6 orang dalam 1 kamar.
bisa dibayangkan bagaimana sempit dan berisiknya kamar yang hanya berukuran 8X4 meter di isi oleh 6 orang.
sungguh bukan tempat yang layak.
lanjut cerita.
malam itu saya bekerja seperti biasanya dengan santai dan tak ada firasat apapun.
ketika saya pulang pukul 8 pagi, tiba tiba handphone saya bergetar karena ada sms yang masuk.
ternyata dari kk saya sms itu, dan lantas saya baca isinya.
" Ya Allah" ucapku dalam hati.
isi sms itu membuat saya shock, begini isinya " A , babeh masuk rumah sakit " .
" rumah sakit ?? " gumamku.
shock dan kaget seketika bergeliat menyerang semua isi otakku.
maklumlah babeh saya tipikal orang yang sangat jarang sakit, paling biasanya hanya sakit biasa, yang hanya minum obat warung langsung sembuh.
tapi ini beda, ya beda.
setelah saya telfon keluarga dirumah dan menanyakan alasan dan kenapa babeh bisa di bawa ke rumah sakit, barulah saya mendapat kejelasan akan penyakit babeh.
babeh saya terkena gagal ginjal.
selama 2 hari setelah kabar itu fikiran saya tidak karuan hingga pada tanggal 27 pagi, saya di telfon oleh saudara saya yang ada di Hongkong(TKI juga sama dengan saya).
dia berkata :
" angga udah telfon babeh belum ? " ucap dia
" belum, emang kenapa mba ? " jawabku
" udah telfon aja dulu !! " ucap dia dengan nada tinggi
" lah iya emang ada apa , sampe mba marah-marah gitu kenapa ? babeh sehat ko " jawabku dengan nada santai.
tiba tiba berkata sembari menangis sendu;
" hiks... hiksss .. hikkss babeh kamu udah ga ada angga .. hiks hiks hiks .. " ucap dia dengan pelan.
dan sontak aku langsung terdiam dan sama sekali tidak berbicara apapun, aku dengar di memanggil namaku sembari berkata " angga yang sabar .. sabar ... "
tapi aku tetap diam.
hingga setelah beberapa saat aku menjawab dengan santai dan biasa " Innalillahiwainnalillahi rojiuuun .." sama sekali aku tidak menangis, sama sekali.
hingga akhirnya dia menyuruh aku untuk menelepon rumah, dan aku segera mematikan telfon dia , dan langsung menelfon kerumah.
" tut.... tuttt ... tutt ... tutttt .."
tidak ada jawaban hingga berkali kali.
dan akhirnya ada jawaban dari kakak pertamaku.
" halo, babeh sehat kak ? " tanyaku pada dia walaupun aku tau babeh sudah tidak ada tapi aku tetap bertanya seperti biasa dan ingin tahu jawaban apa yang kuterima.
" babeh sehat , ini udah dibawa kerumah ko " jawab dia.
dalam hati aku berkata " kenapa ? kenapa harus bohong ? kenapa ? " gumamku.
aku pun lantas menyuruh telfon itu di berikan pada ibuku.
terdengar suara rintihan tangis ibuku tapi di tahan olehnya.
aku langsung bertanya pada ibu dan pura pur tidak tahu " bu, ada apa sebenarnya ? kenapa ? ".
seketika ibuku menangis sekencang kencangnya dan berkata;
"hiks hiks hiks ... yang sabar a , babeh udah ga ada " ucap ibuku.
aku diam dan akhirnya aku ikut menangis tapi tak lama karena aku langsung menenangkan ibuku.
karena ibu bilang dia kasihan padaku karena jauh dan tidak bisa melihat jenazah babeh untuk yang terakhir.
sanak keluarga bergantian meminta berbicara denganku dan semuanya berkata sama, iya sama. mereka hanya berkata "SABAR DAN TABAH " tanpa mengerti dan tahu apa yang aku rasakan disini, di perantauan jauh dari kuarga dan mendapat kabar yang sangat menyakitkan seperti itu.
perih, frustasi , semua menggelayut di fikiranku.
karena jujur saja, saya kesini berkat kerja keras ayah saya yang rela menjual 4 sapi yang di ternakan olehnya selama beberapa tahun hanya untuk biaya saya kesini, tadinya sapi itu di peruntukan bagi saya saat saya menginjak bangku kuliah. tapi saya tolak dengan alasan tidak mau merepotkan orang tua. dan lebih ingin uang hasil menjual sapi itu saya gunakan untuk ongkos kesini. yang apabila dikalkulasika bisa mencapai 50 juta rupiah, cukup untuk menyelesaikan kuliah saya hingga sarjana.
saya tahu bagaimana lelah dan capenya mengurus sapi itu, karena saya juga ikut merawat, dan juga membesarkan sapi itu. panas , hujan , rumput harus dicari agar sapi bisa tetap makan.
itulah mengapa saya sangat kehilangan sekali sosok penting dalam hidup saya , yaitu babeh saya :-(
sekarang hanya doa yang bisa saya sampaikan , dari jauh sangat jauh , untuk Alm. babeh saya yang sangat saya sayangi, semoga engkau tenang dan mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT.
aku rindu engkau beh, sangat rindu :-(
dalam mimpi pun kau tidak mau hadir:-(
maaf kan anakmu ini beh:-(
aku rindu sekali :-(
by : IING ANGGA RIAWAN
1 komentar:
Sedih baca ceritanya ...Semoga Almarhum Ayah sudah mendapatkan tempat yg layak disisinya amiiin.... yg sabar ya kita. :(
Posting Komentar